Blog

  • Home /
  • Berita/Deklarasi Budaya Pemerintahan “SATRIYA” di Dinas Dukcapil Gunungkidul

Deklarasi Budaya Pemerintahan “SATRIYA” di Dinas Dukcapil Gunungkidul

Sebagai bentuk komitmen pada budaya pemerintahan “SATRIYA”, Dinas Dukcapil Gunungkidul melakukan deklarasi budaya pemerintahan SATRIYA pada Jumat (30/11) lalu di Aula Gisa Dinas Dukcapil Gunungkidul. Deklarasi ini ditandai dengan penandatangan deklarasi oleh perwakilan pegawai Dinas Dukcapil yang dihadiri oleh seluruh pegawai di lingkungan Dinas Dukcapil Gunungkidul.

Komitmen pada budaya pemerintahan “SATRIYA” ini merupakan bentuk revolusi mental, dimana pemerintahan yang profesional menuntut penyelenggara negara memiliki karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas dari KKN.‬ Selain itu juga mampu melayani publik, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara, sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025. Revolusi mental merupakan gerakan memperbaiki karakter bangsa agar Indonesia menjadi lebih baik.‬ Nilai-nilai revolusi mental adalah integritas, etos kerja, dan gotong royong. ASN harus menjadi pelopor, contoh dan teladan dalam menjalankan integritas dengan perilaku jujur. Etos kerja ASN diwujudkan dengan bekerja tepat waktu, tidak menunda pekerjaan, dan melakukan inovasi dalam melayani masyarakat.‬ Sedangkan budaya gotong royong dilaksanakan melalui perilaku saling menghargai, sopan santun dan saling bekerja sama.

“SATRIYA” singkatan dari : Selaras, Akal budi luhur, Teladan-keteladanan, Rela Melayani, Inovatif, Yakin dan percaya diri, Ahli-profesional.

Budaya “SATRIYA” ini merupakan nilai-nilai budaya lokal asli masyarakat Jogja. Nilai-nilai “SATRIYA”  ini telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat sehingga nilai-nilai ini sangat strategis bagi peningkatan kinerja aparatur untuk mewujudkan pemerintahan yang profesional.‬

Budaya Pemerintahan “SATRIYA” yang telah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bentuk komitmen dalam mencapai keberhasilan transformasi birokrasi yang berbasiskan pada nilai-nilai kearifan lokal DIY, yaitu filosofi hamemayu hayuning bawana dan ajaran moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh serta dengan semangat golong gilig. 

“SATRIYA” dimaknai sebagai watak ksatria. Watak ksatria adalah sikap memegang teguh ajaran moral : sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri dengan rendah hati, dan bertanggung jawab). Semangat dimaksud adalah golong gilig yang artinya semangat persatuan kesatuan antara manusia dengan Tuhannya dan sesama manusia. Sifat atau watak inilah yang harus menjiwai seorang ASN dalam menjalankan tugasnya.

Dukcapil Bisa !!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*