Blog

  • Home /
  • Berita/Ini Tata Cara Mengadopsi Anak Sesuai Undang-Undang

Ini Tata Cara Mengadopsi Anak Sesuai Undang-Undang

Tata cara adopsi anak telah diatur dalam undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang didukung oleh peraturan pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 yang dijelaskan lebih rinci dalam peraturan Menteri Sosial Nomor 110 Tahun 2009 tentang persyaratan pengangkatan Anak.
Peraturan tersebut menyebut bahwa pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak, dan tidak boleh memutus hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya.

Menurut persyaratan pengadopsian anak bagi calon orang tua angkat harus berumur minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun berdasarkan bukti identitas diri yang sah .
Pasangan yang akan mengadopsi anak harus sudah menikah sekurang-kurangnya lima tahun dibuktikan dengan surat nikah atau akta perkawinan.

saat mengadopsi, diharuskan pengadopsi belum mempunyai anak atau hanya memiliki seorang anak atau telah mengangkat seorang. Atau mereka yang divonis tidak mungkin mempunyai anak yang dibuktikan oleh Dokter Ahli kandungan dari Rumah sakit pemerintah.

Syarat orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut calon anak angkat seperti pada pasal 39 ( 3 ).
Pengadopsi juga harus mereka yang berasal dari keluarga mampu dalam hal ekonomi dibuktikan adanya surat keterangan dari tempat bekerja. Kemudian, harus berkelakuan baik , sehat jasmani dan rohani dan dalam keadaan sehat secara mental berdasarkan keterangan psikolog. Adapun surat-surat yang perlu dilengkapi untuk adopsi adalah foto copy surat nikah suami –istri yang telah dilegalisir di KUA tempat menikah atau Akta perkawinan yang dilegalisir Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, foto copy akta kelahiran suami – istri ,surat berkelakuan baik dari kepolisian, Akta kelahiran anak yang mau diadopsi .

Surat persetujuan dari pihak keluarga suami dan pihak istri di atas meterai , surat pernyataan motivasi pengangkatan anak yang telah ditandatangani diatas meterai,kartu keluarga dan KTP yang telah dilegalisir Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Setelah segala dokumen berhasil dilengkapi, calon orang tua angkat baru bisa mengajukan permohonan izin pengasuhan anak kepada Kepala Instansi sosial dengan melampirkan seluruh persyaratan.Pengajuan pengangkatan anak ke pengadilan Negeri dilakukan oleh calon orang tua angkat atau kuasanya dengan mendaftarkan permohonan pengangkatan anak ke pengadilan Negeri.

Jika pengadilan Negeri sudah menetapkan dan proses pengangkatan anak telah selesai, maka orang tua angkat harus melapor dan menyampaikan salinan penetapan pengadilan Negeri tersebut ke Kementrian sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten atau Kota. Langkah terakhir ,Kementrian Sosial akan mencatat dan mondokumentasikan pengangkatan anak tersebut ,dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuatkan Akta pengangkatan anak,Barulah proses pengangkatan anak resmi secara hukum.

Oleh : SM.Yuli Purwawati, SIP
Pengolah Dan Penyaji Data Seksi Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Komunikasi Data.
Bidang Data Dan Informasi Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil

28 komentar pada “Ini Tata Cara Mengadopsi Anak Sesuai Undang-Undang”

  1. jonathan    

    saya ingin mengadopsi anak, tapi saya tidak menikah. apakah bisa ? tapi penghasilan saya baik setiap bulanannya dalam arti saya mampu. saya hanya kasihan sama wanita yg saya nikahi, hanya untuk mengadopsi anak saya harus menikah dia. mohon jalan keluarnya.

    • Dukcapil GK    

      Persyaratan untuk menjadi orang tua yang akan melakukan pengangkatan anak diatur dalam Pasal 7 PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 110 Tahun 2009 TENTANG PERSYARATAN PENGANGKATAN ANAK
      Persyaratan Calon Orang Tua meliputi :
      a. sehat jasmani dan rohani;
      b. berumur paling rendah 30 (tiga puluh) tahun dan paling tinggi 55 (lima puluh lima)
      tahun;
      c. beragama sama dengan agama calon anak angkat;
      d. berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan;
      e. berstatus menikah secara sah paling singkat 5 (lima) tahun;
      f. tidak merupakan pasangan sejenis;
      g. tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu orang anak;
      h. dalam keadaan mampu secara ekonomi dan sosial;
      i. memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis dari orang tua atau wali anak;
      j. membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan
      terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak;
      k. adanya laporan sosial dari Pekerja Sosial setempat;
      l. telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 (enam) bulan, sejak izin
      pengasuhan diberikan; dan
      m. memperoleh izin Menteri atau Kepala Instansi Sosial Propinsi.

      Sehingga kemampuan secara ekonomi hanyalah salah satu syarat yang harus dipenuhi. Untuk melakukan pengangkatan harus memenuhi semua syarat tersebut demi kepentingan dan perlindungan anak dikemudian hari. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

  2. Moh Husin Sani    

    Saya sudah pernah mengangkat seorang anak dr adik kandung saya,anak ini lahir tanpa ikatan pernikahan yg sah,karena ibu dr bayi tersebut sudah memberikan kepercayaan sepenuh nya kpd saya n istri saya untuk merawat n mengasuh bayi nya dgn alasan ingin menjalankan amanah dr almrhum bapak nya agar menikah dgn laki2 pilihan nya & saya sebagai anak bermaksud ingin menjaga nama baik org tua agar tidak tercoreng dimata masyarakat dan menjaga bayi tersebut agar mental n psikologis bayi tersebut tidak terguncang dikemudian hr smpe pd akhir nya keluar lah surat pernyataan penyerahaan anak dr kedua orng tua kandung nya n ditanda tangani diatas matreai n disaksikan.saya n istri merawat n mengasuh dgn penuh tanggung jawab jg penuh dgn kasih sayang karena setelah 6thn menikah blm jg dikaruniai keturunan,namun setelah usia bayi tersebut 2bln bapak kandung dr anak tersebut ingin mengambil alih hak asuh atas anak tersebut dgn alasan ingin memperbaiki kesalahan2 nya yang telah ia lakukan sedangkan ibu kandung dr anak tersebut sudah tidak ingin menikah dengan adik kandung saya,sedangkan saya n istri sudah memasukkan nama anak tersebut ke dalam Kartu Keluarga saya dan sudah tercatat dikelurahan setempat,seiring waktu berjalan keinginan dr bapak kandung bayi tersebut semakin hari semakin keras untuk dapat mengambil alih hak asuh bayi tersebut n setelah pertimbanga saya n istri jg keluarga saya akhir nya saya n istri jg keluarga memutuskan untuk mengemembalikan hak asuh anak tersebut diusia nya yg berjalan 4bln,yg menjadi pertnyaan saya
    Apakah keputusan saya ini sudah benar..?
    Yang saya n istri takuti masa depan,mental,n psikologis bayi ini jd terganggu…?
    Bila saya ingin mengambil kembali hak asuh bayi tersebut ap yang harus saya n istri lakukan…?krna saya n istri sudah sangat menyayanginya sepenuh hati
    Mohon penjelasan n pencerahaan nya
    Terima Kasih

    • Agung    

      Permasalahan yang saya alami hampir sama dengan Sdr. Moh Husin Sani. Saudara sepupu dari istri saya menyerahkan anak perempuannya untuk kami asuh pada saat umur 1 tahun, dengan pesan harus kami sayangi seperti anak kandung sampai selamanya. Tapi di usia 4 tahun orang tua anak saya ini mendatangi kami lagi dan langsung merebut anak tersebut dari tangan kami, benar benar direbut dengan kata kata cacian yg amat menyakitkan hati kami semua. Dan sekarang anak kami sudah dalam kekuasaan mereka lagi dengan meninggalkan hati kami yang amat terluka tak tersembuhkan.. apakah yang bisa kami lakukan? (Saya dan istri sudah menikah selama 16 tahun dan belum dikaruniai anak sampai saat ini)

      • Dukcapil GK    

        Seharusnya prosedur pengangkatan anak harus lewat penetapan pengadilan, tidak bisa langsung serah terima antara orang tua kandung dan pengasuh. Jika kejadiannya seperti yang Bapak sampaikan, memang pengasuh tidak punya hak apa-apa, karena belum ada penetapan pengadilannya. Jika mau diselesaikan secara baik baik saja. Secara kekeluargaan, jika memang tidak bisa, itu memang hak orang tua kandungnya.
        Terimakasih

    • Dukcapil GK    

      Jika anak tersebut dihasilkan dari orang tua yang belum menikah maka itu anak seorang ibu yang berhak atau yang melahirkan, tetapi kenapa anak tersebut diserahkan oleh kedua orang tuanya? Padahal belum ada ikatan perkawinan yang sah. Hal tersebut menjadi hak ibu kandung yang melahirkan anak tersebut. Pengangkatan anak itu sah jika ada penetapan pengadilan. Jika belum ada ikatan perkawinan maka itu yang punya hak adalah ibu kandung anak tersebut, bukan lelaki yang belum menikahi ibu tersebut. Jika memang anak tersebut akan diambil, maka yang berhak sekali lagi adalah ibu kandungnya.
      Terimakasih.

  3. Neltji Siahaya    

    Saya janda, tidak memiliki anak, saya mau mngadopsi anak, bisa kah,? Saya PNS umur saya 46 tahun

  4. iqomatussuniyah    

    apakah proses pengangkatan anak diharuskan melalui penetapan pengadilan?…., jika hanya saling ridho antara 2 kluarga ini n langsung dibuatkan akte apakah sah?,, n apakah ada akibat hukumny?

    • Dukcapil GK    

      Ya. harus melalui penetapan pengadilan. Kalau hanya saling ridho tidak bisa, sudah di atur dengan UU No 24 Tahun 2013. Apabila melanggar ada akibatnya, sesuai pasal yang mengatur. Terimakasih

  5. febriadi    

    UU apa yang mengatur,adopsi anak kaitanya dengan akta kelahira ?

  6. donna    

    dlu saya pnya anak. tp anak ini dititipkan drmah sakit. phak rumah sakit meberikan ny kpada dinas sosial. sudah dua tahun dititipkan,
    apa kta bsa mengambilnya kembali?

  7. Zaenal    

    Saya ingin menanyakan jika kita di tawari bayi oleh seorang yang belum menikah tapi mereka sudah hidup bersama lalu untuk proses selanjutnya kita apa hanya membuat perjanjian hitam di atas putih bermaterai dengan orang tuanya???atau mengikuti proses hukum seperti pengajuan ke pengacara dan dinas sosial?
    Lantas bayi tersebut apakah bisa ikut dengan orang tua angkat untuk selama proses hukum atau di titipkan ke dinas sosial sampai hak asuh anak sah?
    Terimakasih

    • Dukcapil GK    

      Pada prinsipnya jika Anda mau adopsi anak, anak tersebut sudah memiliki akta kelahiran (anak jelas statusnya). Kemudian Anda mengajukan proses pengangkatan anak ke Pengadilan Negeri Kabupaten sesuai domisili Anda. Setelah mendapat putusan dari PN proses selanjutnya ke Dinas Dukcapil untuk pencatatan pengangkatan anak.

  8. Yuniaikasaputri    

    Pk adk saya kn mw mengadopsi bayi..tapi orang tua bayi dgn adk sy it msh ada hubungan sodara.mbhny sm mbhny orang tua bayi it kk adik.
    Adik sya br berumur 24 thu.dan suaminya 35 th.sdh menikah slm 4 thn.dh blm dikaruniai ank.sdh mlkukann berbagai cara tp ttp tdk berhasil…ktnya sh stlh dites suaminya mandul…dan ini mw ngdopsi ankk….kenapa orang tua bayi it sdh mmlikii 4 orang ank yg msh kcil kcil.dn suaminya pun bkrjany g mnentu….tp ktp adk sya itu asli jkrta.dn yg mw diadopsi asli gungkkidull.it gmn ya..sarat syaratnya pk…snn bs bkn akte di GK tdk……mohon djwb y

    • Dukcapil GK    

      Silahkan konsultasi langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gunungkidul dengan membawa data pendukung seperti KK, KTP, akta lahir (fotocopy dan aslinya). Terimakasih

  9. maria modesta    

    Pak,,saya mw tx…
    Bapak sy skrg umurx 57 thun,,kmudian kmi sdh mmelihara sepupu kmi sjak thun 2013 dgn umurx msh 2 thun.. Saat skrg ktika mw pngurusan surat2 adopsi,,trxta stlah sy bca persyrtanx tdk mmnuhi syarat krna bpak sdh brusia 57. Yg sy txkan,,apa msh boleh mngajukannya pak…Trmakasih

  10. Pin wilamana    

    Pak,sy mau tny..sy seorang laki”,sy&pasangan sy blm nikah resmi tp udh dikaruniai 1 anak yg baru ja lahir..sy ingin menikahi resmi tp pasangan sy tdk mau&ingin memberikan/menjual bayi qt ke tmnnya(maaf,pasangan sy pemandu lagu).sy tdk ingin anak sy dianggap sbg barang&sy ingin berencana membawa kabur anak sy&ingin membuatkan akte kelahirannya..atau ingin sy masukkan ke aktenya kakak Saya yh sdh menikah lbu dari 5 than..apakah bisa?mohon bantuannya..terima kasih

    • Dukcapil GK    

      Anak harus masuk ke database/KK ibunya, kemudian ibunya mencatatkan akta kelahiran anaknya dengan ibu membuat surat pernyataan melahirkan tidak dalam ikatan perkawinan, jadi anak dari seorang ibu.
      Terimakasih

  11. Hari santoso    

    Selamat pagi,saya tanya. Keluarga saya (cewek) sudah cerai punya anak 2 (cewek-cewek). Pihak pengadilan sudah memutuskan memberi kewenangan untuk mengasuh anaknya sampai umur 12 tahun karena keduanya masih balita, kalau ada 1 anaknya yg diadopsi oleh keluarga, apakah harus mengetahui dan dapat izin dari mantan suaminya? (makasih)

  12. Ari    

    Teman saya sendiri dan calon istri saya mempunyai anak dan tidak mempunyai ayah, dan ada saudara yg ingin mengadopsinya bagaimana caranya tolong balasanya dan pencerahanya. Trimakasih

    • Dukcapil GK    

      Anak yang akan diangkat oleh orang lain harus punya akta kelahiran dulu, kalau anak dilahirkan dari seorang ibu yang tidak terikat perkawinan maka anak tersebut dalam aktanya tercatat sebagai anak seorang ibu. Kalau anak tersebut akan diangkat oleh pasangan suami isteri, maka harus mengajukan penetapan ke pengadilan, setelah mendapat penetapan maka harus dicatatkan ke Dinas Dukcapil, pengangkatan anak ini tidak boleh menghilangkan identitas anak (asal usul anak). Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*