Blog

  • Home /
  • Berita/Ini Yang Akan Terjadi Bila Tidak Melakukan Perekaman Ktp-El Sampai Tanggal 30 September 2016

Ini Yang Akan Terjadi Bila Tidak Melakukan Perekaman Ktp-El Sampai Tanggal 30 September 2016

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 472/1786/SJ perihal Percepatan Penerbitan KTP-el dan Akta Kelahiran point 4 menyatakan bahwa “Bagi penduduk yang pada tanggal 1 Mei 2016 sudah berusia lebih dari 17 tahun atau sudah menikah dan tidak sedang menetap di luar negeri wajib melakukan perekaman paling lambat tanggal 30 September 2016.” Tenggang waktu tersebut diberikan agar penduduk sadar akan pentingnya dokumen kependudukan mengingat Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2013 telah mengatur bahwa KTP lama atau KTP Non Elektronik sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember 2014. Bila sampai tanggal 30 September 2016 belum melakukan perekaman KTP-el akan dikenai sanksi administratif berupa pencabutan layanan publik yang selama ini diterima oleh warga.

Berikut adalah beberapa hal yang tidak dapat dilakukan ketika tidak mempunyai KTP-el:
Tidak dapat membuat foto kopi KTP-el
KTP-el saja tidak punya apalagi mau membuat fotokopi KTP-el. Yang harus dilakukan adalah melakukan perekaman dulu di Kantor Kecamatan, data yang terima akan dikirim ke Kemendagri untuk dikonsolidasikan, jika status NIK nya sudah tidak Invalid NIK lagi maka proses pencetakan dapat dimulai.
Tidak dapat membuat rekening bank
Warga yang akan membuka rekening ketika akan menabung tidak akan bisa tanpa memiliki KTP-el karena data yang digunakan pihak bank adalah data resmi yang terdapat dalam KTP-el.
Tidak dapat memilih dalam pemilu dan pemilukada
Warga yang tidak melakukan perekaman KTP-el mengakibatkan data kependudukannya dibekukan, oleh karena itu KPU tidak dapat memberikan hak pilih kepada warga yang belum melakukan perekaman KTP-el atau warga yang tidak mempunyai KTP-el. Dengan kata lain, warga tersebut tidak memiliki hak pilihnya dalam pemilu ataupun pemilukada.
Tidak dapat membeli nomor telepon
Sistem baru yang diberlakukan pihak operator seluler terkait pembelian nomor telepon harus menunjukkan identitas diri berupa KTP-el. Warga yang tidak memiliki KTP-el akan susah membeli nomor telepon karena proses pendaftaran nomor telepon membutuhkan data yang sesuai dengan data KTP-el.
Tidak dapat membuat paspor
Bagi warga yang hobi bepergian ke luar negeri akan susah membuat paspor tanpa memiliki KTP-el karena salah satu syarat dalam pembuatan paspor adalah memiliki KTP-el. Bagi yang sudah memiliki paspor tapi masa berlakunya habis, juga diperlukan KTP-el agar masa berlaku paspornya dapat diperpanjang.
Tidak dapat membeli tiket kereta api, kapal, dan pesawat terbang
Untuk dapat membeli tiket moda transportasi kereta api, kapal, dan pesawat terbang diperlukan data diri sesuai identitas yang legal berupa KTP-el. Nantinya saat di stasiun, pelabuhan, dan bandara tiket yang sudah dibeli akan dicocokan dengan data di KTP-el. Jika tidak sesuai maka warga tidak dapat melanjutkan perjalanannya.
Tidak dapat menikah di KUA dan Kantor Pencatatan Sipil
Data dalam KTP-el akan ditempatkan dalam KUA dan Kantor Pencatatan Sipil di berbagai daerah. Jika warga tidak memiliki KTP-el akan kesulitan dalam mengurus proses menikah, penduduk yang akan menikah bisa jadi gagal menikah oleh karena tidak memiliki KTP-el.
Tidak dapat membeli sepeda motor dan mobil
Data dalam KTP-el akan mempermudah warga yang akan membeli kendaraan bermotor, jika masih tidak punya KTP-el maka penduduk tidak dapat membeli kendaraan bermotor tersebut.
Tidak dapat membuat SIM
Warga tanpa KTP-el tidak dapat membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Jika tidak memiliki SIM, bepergian pasti tidak akan tenang saat polisi melakukan razia lalu lintas. Yang ada warga harus kena tilang akibat tidak memiliki SIM. Semua itu berawal saat warga tidak memiliki KTP-el.
Tidak dapat menikmati asuransi kesehatan
Tidak hanya tidak memperoleh tiket ataupun SIM, warga yang tidak memiliki KTP-el tidak dapat menikmati asuransi kesehatan seperti BPJS. Program layanan publik tidak akan bisa dirasakan bagi warga tanpa KTP-el karena layanan ini mengacu pada data yang terekam dalam KTP-el.
Tidak dapat membuat NPWP
Warga tanpa KTP-el tidak dapat membuat NPWP, sedangkan NPWP menjadi salah satu syarat bagi perusahaan atau instansi ketika akan menerima pegawai baru. Tidak hanya itu, semua PNS pun harus memiliki NPWP. NPWP dibuat berdasarkan data-data di KTP-el.
Tidak punya identitas legal
The last but not least, KTP melekat pada setiap penduduk yang bernyawa. Warga yang tidak melakukan perekaman KTP-el tidak akan mendapat KTP-el. Hal tersebut mengakibatkan warga tidak mempunyai identitas diri legal yang diakui oleh negara.

9 komentar pada “Ini Yang Akan Terjadi Bila Tidak Melakukan Perekaman Ktp-El Sampai…”

  1. SARWANTO    

    Saya pindah dr tangerang ke gunung kidul di gunung kidul sy di kasih no induk baru’ sekarang ini sy punya mslh karena sy pindah ke magelang padahal sy sudah pernah rekam e.ktp di tangerang, mohon bantuanya..081806367786

  2. Novita    

    Katanya paling lambat pembuatan e-ktp tgl 30 september 2016 ,Saya kan merantau trus tidak tahu kalau terlambat nya tgl 30 september, kalau membuatnya ektp nyusul hari ini bisa tidak ya, makasih

    • Dukcapil GK    

      Bisa, silahkan melakukan perekaman ktp dikantor kecamatan tempat anda berdomisili(sesuai dengan alamat KTP). Anda dapat juga melakukan perekaman data melalui Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil diperantauan tempat anda tinggal (di perantauan).Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

  3. dwi c purnomo    

    Saya pernah mmbuat e-ktp tp kok masih ada masa berlakunya,,,

  4. RAHMAD SAPUTRA    

    maaf sebelumnya untuk pembuatan ektp lama pembuatan berapa hari ya.. saya sudah melakukan perekaman di kantor kecamatan awal bulan september 2016 ini. tapi sampai sekarang belum jadi.. dari pihak kecataman estimasi sepuluh hari jadi.. bukannya apa. posisi saya ada di perantauan.. masa tidak mempunyai ktp yg sah.. untuk ktp saya yg lama di tahan di kecamatan.. jadi saya ada di perantauan kurang tenang.. sewaktu2 kan ada razia ktp… terima kasih

  5. Supriyadi    

    tanya: tentang syarat membetulkan akte yg salah nama ortu dikrenakan mungkin salah menulis saar membuat atau bgm.jdbkronologinya bgni dlu saat saya skolah kan menggunakan nama org tua saya trutama ayah,dn ayah saya kn punya dua nama maklum org di desa klo sudah menikah kan gnti nama,krena ayah saya ke luar negri untuk buat pasport dll nama nya menggunakan nama asli sblm mnikah,setelh itu saya punya adik otomatis mengikuti nama yang sekarang atau nama asli seblm menikah.krn saya blm pnya akte waktublahir makannya kmren buat alte bareng adek saya dn telh melampirkan syarat2 dan ijasah masing2 tentunya tp ternyata penulisan nama ortu saya dan adik saya ditulis sama yg hrusnya di akte saya menggunakan nama seprti finijasah/nama ayah saya sesudah menikah sbut saja M dan di adik saya harusnya ditulis nama asli sebut saja T.tp ternyata di akte saya ditulis nama asli sebelum menikah atau T klo adik saya si sudah bnar krn pke nama yg sekarg atau nama asli nya.nah disini saya ingin mempertnyakan bgm nasib akte saya krna beda dg nama d ijash sedgkn ijasah tidk bs di rubh krn sbgai induk akte.apa perlu perbaikan apa tidak soalnya syarat nya pst ribet apalgi skrg pke e-ktp.kalo harus di perbaiki syaratnya apa saja yh supaya nama ortu saya bisa sama kaya di ijasah saya,krn pny adik saya sudh benar mengikuti ijasah dia.mohon bantuannya krn saya ingin memperbaikinya kalo memang hrs di prbaiki,thx.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*