Blog

Mutu Penduduk

Kondisi Negara.
Bangsa yang besar dan kuat di era globalisasi bukan karena bangsa tersebut memiliki jumlah penduduk yang besar atau banyak dengan daya saing dan produktifitas rendah, melainkan bangsa yang memiliki Sumber Daya Manusia(SDM) yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Terutama dalam percaturan dunia, seperti pada bidang ekonomi, politik dan pengembangan teknologi, mulai dari hilir hingga hulu.Sejarah membuktikan, tidak ada satu pun bangsa atau negara di dunia ini yang maju, modern dan rakyatnya sejahtera karena bangsa itu memiliki kekayaan alam yang berlimpah.

Mari kita kihat RRC merupakan sebuah negara yang berfaham komunis, terletak di Asia Timur yang beribu kota di Beijing dengan kota besar yang terkenal, Shanghai. Negara ini adalah negara dengan kapasitas penduduk terpadat di dunia. Sensus penduduk pada tahun 2000 sekitar 1.242.612.226 jiwa dan diperkirakan pada tahun 2010 sebesar 1.338.612.968 jiwa. RRC merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Peradaban China kuno merupakan salah satu peradaban termasyhur di tanah Asia. Dalam sejarah, kawasan China kuno ini meliputi wilayah “Zona Tionghoa”yang terdiri dari Korea, Vietnam, pulau Liu Chin. Sekarang kawasan-kawasan inimenjadi negara-negara yang bebas terbentang dari negara RRC, Korea ( Utara dan Selatan), Hongkong, Singapura dan Taiwan. Negara-negara bekas kawasan China kuno ini telah bermetamorfosis menjadi negara-negara adidaya kawasan Asia, menemani negara tetangga, Jepang. Jepang sendiri pada masa kuno menguasai kawasan “ Zona Asia Dalam” yang meliputi non-China, Manchu, Mongol,Uighur, Turki, dan Tibet.
Kuantitas Penduduk, Pertumbuhan penduduk negara ini adalah 0,8% setiap tahun dan sebagaian besar penduduk tinggal di wilayah pedesaan.
Kualitas Penduduk, Pendidikan penduduknya sebagian besar sudah tamat SLTA, dan angka harapan hidup penduduknya adalah 71 tahun, serta Penduduknya mempunyai pendapatan perkapita $ 7.640.
Kebijakan Pemerintah Terkait Masalah Kependudukan.
Pemerintah China telah menggunakan beberapa metode untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Pada tahun 1979, China memulai “kebijakan satu anak per keluarga”. Kebijakan ini menyatakan bahwa warga negara harus mendapatkan akte kelahiran sebelum kelahiran anak mereka. Warga akan ditawarkan manfaat khusus jika mereka sepakat untuk hanya memiliki satu anak. Warga negara yang memang memiliki lebih dari satu anak akan dikenakan pajak sampai 50% dari pendapatan mereka, atau dihukum kehilangan pekerjaan atau manfaat lainnya. Selain itu, kehamilan yang tidak direncanakan atau kehamilan tanpa otorisasi yang tepat akan perlu dihentikan. Pada tahun 1980, sistem kuota kelahiran didirikan untuk memantau pertumbuhan penduduk. Dibawah sistem ini, pemerintah menetapkan tujuan target untuk setiap wilayah. Pejabat lokal bertanggung jawab untuk memastikan bahwa populasi total pertumbuhan tidak melebihi target sasaran. Jika target sasaran tidak dipenuhi, para pejabat lokal dihukum oleh hukum atau oleh hilangnya hak istimewa.
Metode pengendalian populasi.
Metode lain yang telah digunakan oleh pemerintah China untuk membatasi meningkatnya total populasi, termasuk program pengendalian kelahiran dan perubahan ekonomi. Pada era ’80-an, tujuan sterilisasi telah ditetapkan dan diwajibkan bagi orang yang memiliki dua anak. Pada puncaknya pada tahun 1983, tercatat legasi tubal, vasectomi dan aborsi meningkat hingga sebesar 35% dari total kelahiran. Selain itu, perekonomian utama berubah dari pertanian ke industri. Pemerintah menggunakan ini sebagai keuntungan dalam menyebarkan pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi akan menghambat pertumbuhan populasi.

Manfaat sosial dan ekonomi.
Selama lima puluh tahun terakhir, China telah meningkatkan standar hidup dengan tetap menurunkan tingkat pertumbuhan.Akses ke sumber daya alam telah meningkat secara drastis sejak tahun 1980. Menurut State Family Planning Commission(SFPC), cakupan air ledeng telah meningkat dari 84% persen menjadi 94% dalam lima belas tahun terakhir. Selain itu, cakupan gas alam telah meningkat dari 16% menjadi 73%. Selain itu, cakupan medis telah diperluas untuk mencakup kelahiran dan asuransi kompensasi pekerja bagi para ibu yang mengikuti kebijakan kelahiran di China. Pada tahun 1998, 19% penduduk China menggunakan kebijakan ini. Manfaat lainnya adalah peningkatan harapan hidup rata-rata dari 35 tahun pada tahun 1949 menjadi 70 tahun pada tahun 1996, dan menurunkan angka kematian bayi dari 200:1000 menjadi 33:1000.
Hasil di masa depan.
Reformasi serius adalah yang diperlukan untuk memastikan bahwa penduduk China tidak akan terus tumbuh. Kebijakan yanglebih baik, pendidikan yang lebih baik, dan urbanisasi dapat membantu China untuk mencapai target populasi. Sejak tahun 1980, China telah menyadari pentingnya kolaborasi antar lembaga, dan itulah yang membuat SFPC terbentuk. Lembaga ini, bersama dengan yang lain bertugas mengumpulkan informasi tentang total populasi dan membantu pemerintah untuk melaksanakan kebijakan. Proyeksi pertumbuhan penduduk China diperkirakan sekitar 1,5 miliar pada tahun2025 (PRB 7). Angka ini akan terus meningkat, dan beban sosial dan ekonomi akan terus mewabahi semua orang yang tinggal di China.
Simpulan
Kualitas penduduk suatu negara telah ditunjukkan oleh negara China. Bukti China dengan jumlah penduduk tertinggi mampu memanfaatkan Sumber Daya Manusia secara optimal.
Hal tersebut terlihat pada kemajuan teknologi dan industri China. Hal ini menjadikan perekonomian China terus meningkat ke arah yang positif.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 miliar jiwa, China berhasil menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan, dipercaya akan memimpin kekuatan perekonomian dunia bersama Korea dan Jepang menggusur dominasi Amerika serikat sebagai negara super power saat ini. Sukses negara berjuluk „Tirai Bambu‟ ini tidak lepas dari banyaknya penduduk yang dimiliki ditambah lagi dengan keturunan penduduk China yang tersebar diseluruh negara-negara belahan dunia.
Penulis: Drs. Rosyidin, MM, MMKU
Kepala Seksi Pengolahan Data Dan Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*